Selasa, 23 November 2010
pedagang pasa banda buek berulah
4:11 PM

melihat kondisi tersebut, membuat gejolak diantara pedagang yang telah mangkal di lantai dua.untuk itu pedagang yang mangkal di lantai dua meminta dinas pasar untuk berlaku adil dan mendesak untuk memindahkan kembali pedagang yang mengelar daganganya di lantai kelantai dua.
menanggapi hal tersebut dinas pasar segera melakukan penertiban dan akan memendahkan para pedagang tersebut kembali untuk pindah kelantai dua pasar tersebut.saat ini dinas pasar telah bekerja sama denga dinas perhubungan dan satuan polisi pamong praja untuk mengawasi para pedagang tersebut untuk tidak berjualan di lantai dasar. (ficky)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
_______
-
▼
2010
(409)
-
▼
November
(165)
-
▼
Nov 23
(8)
- jalur evakuasi air tawar barat rawan kemacetan
- walhi dukung warga atas penolakan pendirian tower
- pembangunan huntara pmi dalam tahap pembersihan lahan
- pertamina pastikan stok bbm tak langka
- warga di pantai pilih mengungsi di malam hari
- isu tsunami, dinkes perketat kesiagaan
- bpbd sumbar sudah siapkan gudang logistik
- pedagang pasa banda buek berulah
-
▼
Nov 23
(8)
-
▼
November
(165)
_______
Followers
Banyak Dilhat
-
nasib apes menimpa rahmat sugiarto pelajar kelas dua salah satu sma swasta di kota padang , dari 30 orang lebih pelajar yang ikut tawuran di...
-
PERTIKAIAN YANG BERUJUNG BENTROK FISIK DI KAWASAN PISANG, JUGA MEMBUAT SUASANA MENCEKAM DI BEBERAPA KAWASAN, SEPERTI KAWASAN PASAR BAR...
-
PADANG.- Isu gempa 20 Oktober yang sudah beredar selama beberapa minggu belakangan berdampak pada kegiatan di pasar raya padang. Beginil...
-
DONI, PRIA BERUMUR TIGA PULUH DUA TAHUN, WARGA BAWAH ASAM, SITEBA PADANG INI, MASIH BISA SADAR, KETIKA DIPERIKSA DOKTER DI RUMAH SAK...
-
## PEMILIK LAHAN MERUGI AKIBAT KEBAKARAN LAHAN KEBAKARAN SEBUAH LAHAN PERBUKITAN DI KAWA SAN BUNGUS TENGAH MINGGU MALAM/ MENGHANGUSKAN ...
0 comments:
Posting Komentar