Jumat, 22 Oktober 2010

Bayi 11 Bulan Gizi Buruk


PADANG.- Saat ini bayi yang lahir dari pasangan Ernita dan Erwandi asal Lubuk Buaya ini masih terus mendapatkan penanganan dari pihak Puskesmas Nanggalo. Bayi 11 bulan yang dinamai Rafaila ini dibawa oleh orang tuanya ke Puskesmas Nanggalo senin siang.

Sebelumnya Rafaila harus menjalani operasi tumor di bagian lehernya di rumah sakit M Djamil Padang. Rafaila harus menjalani kemoterapi selama empat kali. Akibatnya rafaila mengalami kerontokan pada rambutnya dan kehilangan nafsu makan.

Selain karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memadai, gizi buruk yang dialami oleh Rafaila juga disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua terhadap gangguan yang diderita anak meraka.

Hingga kini Rafaila masih terus mengharapkan bantuan dermawan untuk mengatasi gangguan gizi buruk yang dideritanya. (SYARIL)



Read More..
Kamis, 21 Oktober 2010

Unjuk Rasa Mahasiswa Nyaris Ricuh



PADANG.- Unjuk rasa berbagai aliansi mahasiswa menilai buruknya satu tahun pemerintahan SBY BOEDIONO ke DPRD Provinsi Sumbar rabu siang hampir saja ricuh. Pasalnya, beberapa mahasiswa dari Universitas Bung Hatta padang mencabut bendera partai golkar di depan Bundaran Jalan Hamka.

Akibat aksi pencabutan bendera partai tersebut, membuat pengurus partai Golkar dan AMPG berang. Pengurus partai mendesak, mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut hari itu juga memasang kembali bendera partai dilokasi yang sama. Beruntung, aksi ini tidak meluas, karena dilerai oleh polisi.

Di lokasi yang sama, aksi dorong antara pengunjuk rasa dari aliansi mhasiswa untuk indonesia Universitas Andalas dengan aparat kepolisian juga terjadi, disebabkan pengunjuk rasa memblokir laju mobil dinas Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, yang baru saja menghadiri sidang paripurna di DPRD Provinsi Sumatera Barat. (ERICK)

Read More..

Pengunjung Hotel Tewas


PADANG.- Jasad Basral, 59 tahun yang di ketahui sebagai seorang pengusaha asal Lubuk Basung dan berdomisili di Jakarta ditemukan tewas di Kamar Hotel Bunda Nomor 144 Rabu siang. Jasad Basral pertama kali ditemukan oleh pegawai hotel, yang curiga akan korban yang tidak muncul sejak pagi hari.

Diketahui, korban yang menginap di hotel bunda sejak selasa bertujuan hendak bertemu rekan bisnis. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit, dimana, dari keterangan saksi, korban merasa pusing dan meminta sopir korban untuk membelikan obat.

Aparat kepolisian belum bisa menentukan secara pasti penyebab kematian pengunjung hotel ini. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban dibawa kerumah sakit M Djamil Padang untuk dilakukan visum. (ERICK)


Read More..
Rabu, 20 Oktober 2010

Aksi Demo Korban Gempa Nyaris Ricuh



PADANG.- Merasa dianaktirikan, dari 31 Pokmas yang ada, 10 pokmas korban rusak sedang di kelurahan Gunung Pangilun, berbondong bondong mendatangi Kantor Lurah rabu pagi. Warga merasa lurah tidak transparan, dalam menentukan kouta Pokmas yang mendapatkan bantuan pada tahap 2A dan 2B.

Aksi unjuk rasa ini nyaris ricuh karena lurah yang tetap bertahan dengan kebenarannya. Emosi warga semakin bertambah saat dari beberapa orang fasilitator, mencoba untuk meninggalkan kantor laurah. Emosi warga memudar karena disaat yang tepat, anggota dewan dari Komisi 4, Maidestal Hari Mayesa, Yulisman, dan Hendri Saputra hadir untuk menjembatani tuntutan warga.

Tidak hanya menuntut tranparansi pemilihan kuota, dalam hal ini warga juga mempertanyakan pungutan sebesar 250 ribu rupiah, yang dibebani fasilitator ke pada pokmas untuk pembuatan rab. Warga menuntut agar lurah dapat dicopot karena pada penyaluran bantuan gempa tahun 2007 di Kelurahan Gunung Pangilun, juga terdapat banyak ketimpangan. Selain bantuan yang diterima warga kurang, Lurah juga dinyatan telah memungut uang sebesar 800 ribu rupiah terhadap warga.

Tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi, anggota dewan mengundang Efrizal sebagai Lurah, Pokmas, dan Tim Fasilitator untuk dapat melakukan pertemuan di kantor dewan besok. (RIO)


Read More..

Kapal Pengeruk Tiba di Muaro Padang



PADANG.- Setelah sempat beberapa kali tertunda kedatangannya, akibat cuaca buruk, akhirnya Kapal Tug Boad Tri Daya 14, Kapal Keruk Bina 103, Bak Lumpur Bina 301, yang akan melakukan proses pengerukan, sampai dipintu Muaro Padang, selasa pagi.

Kapal ini akan beroperasi mulai Rabu pagi. Untuk proses pengerukan yang akan dilakukan sepanjang Pintu Muaro hingga kawasan jembatan Siti Nurbaya ini, akan dilakukan dalam 15 tahap, dan dapat dituntaskan dalam 90 hari kedepan.

Pembuangan material pengerukan dilakukan 3 mil dari Pulau Pisang. Syahbandar menegaskan pembuangan material pengerukan tersebut tidak akan merusak terumbu karang, karena dibuang pada kedalaman 40 meter.

Agar pendangkalan tidak terulang kembali, Zulmardi berharap agar masyarakat sepanjang Batang Harau, dapat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke Batang Harau. (RIO)


Read More..

Pelajar Diamankan Saat Berada di Warnet



SOLOK.- Sebanyak sembilan belas orang pelajar dari beberapa sekolah ini, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solok. Mereka diamankan karena kedapatan sedang berada di sejumlah warnet pada saat jam sekolah.
Para pelajar yang terjaring razia aparat Satpol-PP Kota Solok ini , pada umumnya dari sekolah menengah atas. Selain itu juga terdapat satu orang yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Para pelajar yang tertangkap pada saat razia tersebut diantaranya lagi asik bermain game on-line .
Satpol PP langsung memberikan arahan dan meminta pihak sekolah, agar lebih intensif memberikan pengawasan terhadapa anak. Selain itu pelajar tersebut juga diberikan hukuman ringan, yaitu berjemur selama lima menit. (NOFRI)



Read More..

Pasar Raya Sepi, Pedagang Kecewa



PADANG.- Isu gempa 20 Oktober yang sudah beredar selama beberapa minggu belakangan berdampak pada kegiatan di pasar raya padang. Beginilah kondisi pasar raya padang hari ini. Puluhan toko tutup begitu juga pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sepanjang jalan ini. Beberapa pedangang yang masih tetap berjualan hari ini mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang ke tempat mereka. Akibatnya omset para pedangan ini jauh menurun dari biasanya.

Keluhan ini tidak saja datang dari pedangan pasar, namun juga supir angkutan umum yang sepi penumpang akibat lengangnya pasar raya pasca isu gempa yang dihembuskan akan terjadi pada tanggal 20 Oktober ini.

Para pedangan berharap keresahan warga tentang isu gempa ini dapat segera diatasi oleh pihak terkait. Pasalnya mereka takut jika dibiarkan akan berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat Kota Padang. (SYARIL)


Read More..
Selasa, 19 Oktober 2010

Pokmas Purus Jamin Tak Ada Pemotongan


PADANG.- Bantahan yang dikemukakan oleh TPM Kelurahan Purus ini, terkait adanya laporan dari masyarakat, bahwa ketua RT ataupun ketua RW ikut serta, dalam pencairan dana gempa, termasuk melakukan pemotongan di dalamnya. TPM menyatakan bahwa RT ataupun RW hanya membantu dalam pendataan verifikasi awal,dan memastikan bahwa dana bantuan gempa digunakan untuk pembangunan tempat tinggal yang runtuh.

Senada dengan yang diutarakan oleh TPM Purus, Ketua Rukun Warga 06 Kelurahan Purus juga membantah bila RT dan RW ikut serta dalam pencairan dana bantuan gempa. Hal ini dikarenakan dana bantuan gempa tersebut langsung masuk ke rekening masing-masing warga anggota Pokmas. Dari hasil kordinasi dengan tiga ketua RT di RW 06, tidak ada pemotongan yang dilakukan.

Isu keterlibatan RT dan RW disampaikan oleh warga, yang tidak ingin diketahui namanya. (ASCHA)

Read More..

Komnasham Polda Tutupi Kasus Beni Irza


PADANG.- Komnas HAM menilai Polda seakan menutupi kasus beni irzal, tersangka pembunuhan Brimob Padang Sarai yang tewas dalam penangkapan beberapa waktu lalu. Pasalnya hingga sekarang, Komnas HAM tidak kunjung menerima surat balasan dari polda, terkait permintaan penjelasan mengenai tewasnya Beni Irzal.

Untuk itu, Komnas HAM akan melayangkan surat kedua. Dan akan mengadakan pertemuan dengan Kapolda, guna mempercepat pengusutan kasus tersebut.

Komnas HAM juga melihat ada hal yang aneh, berdasarkan statement dari kepolisian yang menyatakan telah melakukan proses pengusutan dengan menahan anggota yang terlibat, di Mako Brimob. Jika memang diproses, seharusnya, anggota tersebut berada di Pom. Untuk itu Komnas HAM akan melayangkan surat rekomendasi kepada Kompolnas dan Mabespolri untuk melakukan penyelidikan terkait kasus ini. (RIO)
Read More..

Giatkan Randai Untuk Pelestarian



PADANG.- Meski mengandung unsur kesenian minangkabau yang kompleks, namun tidak dapat dipungkiri keberadaan randai sebagai teater tradisional minangkabau mulai memudar di tengah masyarakat minang. Kondisi ini terjadi akibat pengaruh globalisasi dan laju budaya luar yang gencar menerpa generasi muda.

Mensiasati hal tersebut, dan demi lestarinya kesenian tadisional ini, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang akan terus menggiatkannya sebagai agenda pertunjukan tahunan. Dalam kegiatan pementasan randai tahun ini, lebih kurang 6 kelompok randai menyajikan pertunjukan yang memukau bagi masyarakat belimbing, dengan apik para muda mudi yang menjadi pelaku randai ini, menyajikan cerita kaba dalam sajian yang menggelitik.

Tidak hanya ditingkat kota padang, melihat suksesnya jalan acara kali ini. Kedepannya kegiatan serupa akan kembali digelar dalam lingkup wilayah yang lebih besar. (RIO)

Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

_______

_______

Followers

Banyak Dilhat

_______

free counters