Selasa, 26 Oktober 2010

Pasar Raya Padang Sepi Aktivitas


PADANG.- Akibat guncangan gempa yang berpusat di pagai selatan, berdampak pada sepinya aktifitas di Pasar Raya Padang. Pedagang banyak yang memilih untuk tak beraktifitas dan menutup warung serta lapak mereka.

Tak hanya karena trauma, sepinya aktivitas, juga disebabkan tersendatnya pasokan sayuran, dari beberapa daerah di sekitar Kota Padang.

Selain pedagang, aktivitas angkutan umum, juga terlihat sepi. Beberapa kawasan yang biasanya menjadi langganan kemacetan, terlihat lebih sepi

Akibat sepinya aktivitas, pedagang mengaku mengalami penurunan omset, hingga 70 persen. (NINING)


Read More..

Gempa Mahoyak, Warga Berpacu ke Tempat Tinggi


PADANG.- Tidak peduli hujan, karena panik mendengar kabar bahwa gempa berkekuatan 7,2 skala righter di kedalaman laut perairan mentawai berpotensi tsunami. Warga Kota Padang berhamburan keluar rumah menuju tempat yang lebih tinggi.

Daerah Pasar Baru menjadi salah satu daerah yang dituju oleh warga kota padang. Sebagian warga juga rela diguyur hujan menempuh jarak 5 hingga 15 kilometer menuju kedataran tinggi, 200 meter dari permukaan laut ini.

Meski dari radio telah di suarakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami, tapi sebagian masyarakat masih memilih untuk tetap bertahan di daerah pasar baru hingga subuh menjelang. (RIO)


Read More..
Minggu, 24 Oktober 2010

Terlibat Tawuran, Siswa Diskorsing Satu Bulan


PADANG.- Aksi tawuran antar sekolah smk yang terjadi Sabtu siang, langsung mendapat respon dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang. Ditemani oleh pejabat sekolah yang bersangkutan, Bambang Sutrisno mendatangi Polresta Padang, menjemput siswa siswa yang terlibat dalam aksi tawuran.

Tidak ingin hal serupa terulang kembali, Dinas Pendidikan Kota Padang memberikan sanksi yang tegas terhadap siswa terlibat yaitu berupa skorsing selama satu bulan,untuk mendatangkan efek jera.
Untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan tindak kenakalan siswa ini, bambang menghimbau peran serta dari orang tua. Para orang tua dihimbau untuk dapat melakukan kontrol terhadap anak mereka, dengan melihat hasil pelajaran yang didapat disekolah setiap harinya. (RIO)


Read More..
Jumat, 22 Oktober 2010

Bayi 11 Bulan Gizi Buruk


PADANG.- Saat ini bayi yang lahir dari pasangan Ernita dan Erwandi asal Lubuk Buaya ini masih terus mendapatkan penanganan dari pihak Puskesmas Nanggalo. Bayi 11 bulan yang dinamai Rafaila ini dibawa oleh orang tuanya ke Puskesmas Nanggalo senin siang.

Sebelumnya Rafaila harus menjalani operasi tumor di bagian lehernya di rumah sakit M Djamil Padang. Rafaila harus menjalani kemoterapi selama empat kali. Akibatnya rafaila mengalami kerontokan pada rambutnya dan kehilangan nafsu makan.

Selain karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memadai, gizi buruk yang dialami oleh Rafaila juga disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua terhadap gangguan yang diderita anak meraka.

Hingga kini Rafaila masih terus mengharapkan bantuan dermawan untuk mengatasi gangguan gizi buruk yang dideritanya. (SYARIL)



Read More..
Kamis, 21 Oktober 2010

Unjuk Rasa Mahasiswa Nyaris Ricuh



PADANG.- Unjuk rasa berbagai aliansi mahasiswa menilai buruknya satu tahun pemerintahan SBY BOEDIONO ke DPRD Provinsi Sumbar rabu siang hampir saja ricuh. Pasalnya, beberapa mahasiswa dari Universitas Bung Hatta padang mencabut bendera partai golkar di depan Bundaran Jalan Hamka.

Akibat aksi pencabutan bendera partai tersebut, membuat pengurus partai Golkar dan AMPG berang. Pengurus partai mendesak, mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut hari itu juga memasang kembali bendera partai dilokasi yang sama. Beruntung, aksi ini tidak meluas, karena dilerai oleh polisi.

Di lokasi yang sama, aksi dorong antara pengunjuk rasa dari aliansi mhasiswa untuk indonesia Universitas Andalas dengan aparat kepolisian juga terjadi, disebabkan pengunjuk rasa memblokir laju mobil dinas Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, yang baru saja menghadiri sidang paripurna di DPRD Provinsi Sumatera Barat. (ERICK)

Read More..

Pengunjung Hotel Tewas


PADANG.- Jasad Basral, 59 tahun yang di ketahui sebagai seorang pengusaha asal Lubuk Basung dan berdomisili di Jakarta ditemukan tewas di Kamar Hotel Bunda Nomor 144 Rabu siang. Jasad Basral pertama kali ditemukan oleh pegawai hotel, yang curiga akan korban yang tidak muncul sejak pagi hari.

Diketahui, korban yang menginap di hotel bunda sejak selasa bertujuan hendak bertemu rekan bisnis. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit, dimana, dari keterangan saksi, korban merasa pusing dan meminta sopir korban untuk membelikan obat.

Aparat kepolisian belum bisa menentukan secara pasti penyebab kematian pengunjung hotel ini. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban dibawa kerumah sakit M Djamil Padang untuk dilakukan visum. (ERICK)


Read More..
Rabu, 20 Oktober 2010

Aksi Demo Korban Gempa Nyaris Ricuh



PADANG.- Merasa dianaktirikan, dari 31 Pokmas yang ada, 10 pokmas korban rusak sedang di kelurahan Gunung Pangilun, berbondong bondong mendatangi Kantor Lurah rabu pagi. Warga merasa lurah tidak transparan, dalam menentukan kouta Pokmas yang mendapatkan bantuan pada tahap 2A dan 2B.

Aksi unjuk rasa ini nyaris ricuh karena lurah yang tetap bertahan dengan kebenarannya. Emosi warga semakin bertambah saat dari beberapa orang fasilitator, mencoba untuk meninggalkan kantor laurah. Emosi warga memudar karena disaat yang tepat, anggota dewan dari Komisi 4, Maidestal Hari Mayesa, Yulisman, dan Hendri Saputra hadir untuk menjembatani tuntutan warga.

Tidak hanya menuntut tranparansi pemilihan kuota, dalam hal ini warga juga mempertanyakan pungutan sebesar 250 ribu rupiah, yang dibebani fasilitator ke pada pokmas untuk pembuatan rab. Warga menuntut agar lurah dapat dicopot karena pada penyaluran bantuan gempa tahun 2007 di Kelurahan Gunung Pangilun, juga terdapat banyak ketimpangan. Selain bantuan yang diterima warga kurang, Lurah juga dinyatan telah memungut uang sebesar 800 ribu rupiah terhadap warga.

Tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi, anggota dewan mengundang Efrizal sebagai Lurah, Pokmas, dan Tim Fasilitator untuk dapat melakukan pertemuan di kantor dewan besok. (RIO)


Read More..

Kapal Pengeruk Tiba di Muaro Padang



PADANG.- Setelah sempat beberapa kali tertunda kedatangannya, akibat cuaca buruk, akhirnya Kapal Tug Boad Tri Daya 14, Kapal Keruk Bina 103, Bak Lumpur Bina 301, yang akan melakukan proses pengerukan, sampai dipintu Muaro Padang, selasa pagi.

Kapal ini akan beroperasi mulai Rabu pagi. Untuk proses pengerukan yang akan dilakukan sepanjang Pintu Muaro hingga kawasan jembatan Siti Nurbaya ini, akan dilakukan dalam 15 tahap, dan dapat dituntaskan dalam 90 hari kedepan.

Pembuangan material pengerukan dilakukan 3 mil dari Pulau Pisang. Syahbandar menegaskan pembuangan material pengerukan tersebut tidak akan merusak terumbu karang, karena dibuang pada kedalaman 40 meter.

Agar pendangkalan tidak terulang kembali, Zulmardi berharap agar masyarakat sepanjang Batang Harau, dapat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke Batang Harau. (RIO)


Read More..

Pelajar Diamankan Saat Berada di Warnet



SOLOK.- Sebanyak sembilan belas orang pelajar dari beberapa sekolah ini, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solok. Mereka diamankan karena kedapatan sedang berada di sejumlah warnet pada saat jam sekolah.
Para pelajar yang terjaring razia aparat Satpol-PP Kota Solok ini , pada umumnya dari sekolah menengah atas. Selain itu juga terdapat satu orang yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Para pelajar yang tertangkap pada saat razia tersebut diantaranya lagi asik bermain game on-line .
Satpol PP langsung memberikan arahan dan meminta pihak sekolah, agar lebih intensif memberikan pengawasan terhadapa anak. Selain itu pelajar tersebut juga diberikan hukuman ringan, yaitu berjemur selama lima menit. (NOFRI)



Read More..

Pasar Raya Sepi, Pedagang Kecewa



PADANG.- Isu gempa 20 Oktober yang sudah beredar selama beberapa minggu belakangan berdampak pada kegiatan di pasar raya padang. Beginilah kondisi pasar raya padang hari ini. Puluhan toko tutup begitu juga pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sepanjang jalan ini. Beberapa pedangang yang masih tetap berjualan hari ini mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang ke tempat mereka. Akibatnya omset para pedangan ini jauh menurun dari biasanya.

Keluhan ini tidak saja datang dari pedangan pasar, namun juga supir angkutan umum yang sepi penumpang akibat lengangnya pasar raya pasca isu gempa yang dihembuskan akan terjadi pada tanggal 20 Oktober ini.

Para pedangan berharap keresahan warga tentang isu gempa ini dapat segera diatasi oleh pihak terkait. Pasalnya mereka takut jika dibiarkan akan berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat Kota Padang. (SYARIL)


Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

_______

_______

Followers

Banyak Dilhat

_______

free counters